jump to navigation

Gender dan hubungan internasional: at a glance January 1, 2010

Posted by Athiqah Nur Alami in Gender, International Relations.
Tags: , , , ,
trackback

Representation of the world, like the world itself, is the work of men; they describe it from their own point of view, which they confuse with absolute truth. (Simone de Beauvoir)

Menggunakan perspektif gender dalam melihat dunia berarti mencermati perilaku individu-individu di dalam suatu negara dan menganalisis keberadaan representasi kelompok gender tertentu di dalam mendefinisikan suatu kebenaran yang mengarah pada dominasi dan marginalisasi kelompok lain.

Kutipan di atas menunjukkan bahwa laki-laki sebagai bagian dari individu dalam suatu negara memiliki andil besar dalam membentuk perspektif tertentu di dalam memahami dunia. Namun persoalannya perspektif tersebut telah menyebabkan ketidaksetaraan antar kelompok gender yang menciptakan hierarki gender yaitu kondisi dimana adanya penghargaan yang berbeda terhadap satu kelompok dengan kelompok lainnya. Dengan kata lain, ada kelompok gender tertentu yang lebih dihargai daripada kelompok lainnya, dalam hal ini kelompok laki-laki.

Berdasarkan pemahaman ini, studi dan praktek Hubungan Internasional (HI) juga tidak terlepas dari hasrat dominasi kelompok gender tertentu yang mengarah pada bias gender. Para ilmuwan feminis mengkritik hubungan internasional sebagai salah satu ilmu sosial yang masculine bias. Studi ini dianggap lebih merepresentasikan dan mengakomodasi perspektif dan kepentingan laki-laki.

Oleh karena itu mengintegrasikan gender dalam studi hubungan internasional berarti menggunakan gender sebagai salah satu category of analysis dan memasukkan pengalaman perempuan sebagai subyek penelitian. Poin-poin tersebut menunjukkan bahwa gender telah berkembang menjadi suatu isu dan perspektif baru dalam kajian keilmuan maupun praktek hubungan internasional.

Dengan menggunakan perspektif gender dalam menganalisis politik internasional, kita akan dapat memahami bahwa berbagai aktivitas hubungan internasional ternyata dapat memiliki makna dan implikasi yang berbeda bagi perempuan dan laki-laki.

References:
Tickner, J. Ann , “Gender in International Relations: Feminist Perspectives on Achieving Global Security”, 1992, New York: Columbia University Press.

©athiqahnuralami.wordpress.com, 2010.

Protected by Copyscape Online Copyright Protection Checker

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: